Shalat istikharah adalah sholat dalam rangka minta dipilihkan oleh SWT dengan masalah masalah penting. Seperti menentukan diterima tidaknya lamaran seseorang, pindah rumah atau tidak, atau memilih suatu pekerjaan yang ditawarkan. Tata cara sholat istikharah adalah sholat dua rakaat di luar sholat fardhu.

Berikut adalah bacaan niat sholat istikharah: أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى Ushollii sunnatal istikharati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa an lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya niat sholat istikharah dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta'ala." Kemudian di akhir sholat berdoa dengan doa berikut: Tata Cara Sholat Istikharah, Bacaan Niat dan Doa Setelahnya

Niat Sholat Istikharah dan Doa Setelah Sholat Istikharah Lengkap Tata Cara, Solusi Atasi Bimbang Panduan Lengkap Sholat Istikharah: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Doa Niat Sholat Tarawih Sendiri, Lengkap Tata Cara Sholat Tarawih dan Doa Setelahnya

Ini Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha, Lengkap dengan Bacaan Doa Setelahnya dalam Bahasa Arab Latin Niat Sholat Malam Tahajud, Dilengkapi Tata Cara dan Bacaan Doa Bacaan Niat Sholat Dhuha, Lengkap Tata Cara, Doa, dan Keutamaan Sholat Dhuha

Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha, Bacaan Doa beserta Keutamaan Sholat Dhuha اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as aluka min fadhlika al adziim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii fash rifhu anni wasrifnii anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsummardhinii," Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada Mu dengan ilmu Mu, aku memohon kepada Mu kekuatan dengan kekuatan Mu, aku meminta kepada Mu dengan kemuliaan Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya." Doa tersebut diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan lain lainnya, dikutip dari Buku 24 Jam Dzikir dan Do'a Rasulullah (Berdasarkan Al Qur'an & Al Hadits).

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.